Hikmah: Menunggu itu Membosankan Kecuali...

Posted by DIAZ Thursday, March 13, 2014 0 comments
“Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?” gumamnya kemudian.
“Belum dapat, Pak?” ucap si pemuda sambil melangkah menghampiri Pak Tua. Yang disapa menoleh, dan langsung senyum. “Belum,” jawabnya pendek. Pandangannya beralih ke si pemuda sesaat, kemudian kembali lagi ke arah genangan sungai. Air berwarna kecoklatan itu seperti kumpulan bunga-bunga yang begitu indah di mata Pak Tua. Ia tetap tak beranjak.

“Sudah berapa lama Bapak menunggu?” tanya si pemuda sambil ikut memandang ke aliran sungai. Pelampung yang menjadi tanda Pak Tua terlihat tak memberikan tanda-tanda apa pun. Tetap tenang.

“Baru tiga jam,” jawab Pak Tua ringan. Sesekali, siulannya menendangkan nada-nada tertentu. “Ada apa, Anak Muda?” tiba-tiba Pak Tua balik tanya. Si Pemuda berusaha tenang. “Bagaimana Bapak bisa sesabar itu menunggu ikan?” tanyanya agak hati-hati.

“Anak Muda,” suara Pak Tua agak parau. “Dalam memancing, jangan melulu menatap pelampung. Karena kau akan cepat jenuh. Pandangi alam sekitar sini. Dengarkan dendang burung yang membentuk irama begitu merdu. Rasakan belaian angin sepoi-sepoi yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Nikmatilah, kau akan nyaman menunggu!” ucap Pak Tua tenang. Dan ia pun kembali bersiul.
**
Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para gadis menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu.

Namun, jangan terlalu serius menatap ‘pelampung’ yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan.

Nikmatilah! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti memandang taman indah di tepian sungai.

Baca Selengkapnya ....

Kisah Ular dan Gergaji

Posted by DIAZ Thursday, March 6, 2014 0 comments
Suatu malam seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu.

Secara kebetulan ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka.

Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali - kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuh tersebut.

Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga. Belitan tersebut menyebabkan tubuhnya terluka teramat parah & akhirnya ia pun mati.

Di saat emosi & marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai & menyakiti orang lain.

Padahal jika benar-benar kita sadari, sebenarnya yang akan terlukai & tersakiti adalah diri sendiri.

Oleh karenya sungguh tepat kalimat bijak berikut "Orang yang benar-benar hebat bukanlah seseorang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ia yang mampu mengalahkan diri sendiri"

Rosulullah saw bersabda, "Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena berkuasa), maka Allah memanggilnya dihadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih dari pada bidadari apa yg dia kehendaki (HR Abu Daud)

Subhanallah....

Ingat, marah adalah salah satu PINTU SETAN untuk merasuki tubuh manusia. Semoga kita bisa terhindar dari sifat pemarah. Aamiin.

Baca Selengkapnya ....

Kisah Kehebatan Seorang Ibu yang Selalu Menjaga Wudhu Ketika Mengandung dan Menyusui Anaknya

Posted by DIAZ 0 comments
Seseorang berkata : Aku berkenalan dengan seorang pemuda yang sangat baik, berwajah simpatik, berotak cemerlang, memiliki semangat dan tekad yg sangat kuat Kedua matanya yang menerawang mengisyaratkan kesehatan ruhani serta ketinggian pemikirannya.

Tubuhnya yg tinggi, kerendahan hatinya, kesopanan, keimanan dan akhlaknya mencerminkan seorang kekasih Allah. Dua tahun lalu ia menyelesaikan SMU nya dan kini mulai kuliah.

Semasa di SMU dulu, dia termasuk siswa yang pandai dan selalu mendapat perhatian para guru. Di Universitas pun, sejak minggu pertama, sudah tampak kebersihan ruhani, budi pekerti, kejujuran, persahabatan serta usahanya untuk selalu konsisten pada semua janjinya.

Pendek kata, dia seorang teman mengasyikkan yg kuperoleh. Aku sangat ingin berkenalan dengan keluarganya, khususnya Ibunya.

Pada suatu kesempatan aku berjumpa dengan Ibunya, dan Aku meminta kepada Sang Ibu untuk bercerita sedikit seputar anaknya serta metodologi pendidikan yg diterapkannya untuk sang buah hati. Ibunya berkata, “Ketika masih mengandung saya tidak pernah makan tanpa berwudhu terlebih dahulu.

Dan pada saat lahir, saya menyusuinya selama dua tahun penuh dan selama itu pula saya tidak pernah memberinya ASI dalam keadaan tanpa berwudhu. Ketika menyusui saya membaca ayat-ayat suci al-qur’an dengan suara pelan, saya selalu persembahkan jiwa saya untuknya.

Ayahnya, suami sang ibu menambahkan cerita tsb, ”Saya masih ingat Pernah ketika suatu malam yg di musim yang sangat dingin sekitar jam 1 malam, ketika Muhammad anak kami masih berumur satu tahun dia bangun sambil menangis. Istri saya bangun dan merasa kalau anaknya kelaparan.

Malam itu udara menusuk dan bersalju. Sebelum Istri saya menyusui dia bergegas keluar rumah untuk berwudhu dengan air yg sangat dingin, setelah berwudhu barulah istri saya memeluk Muhammad dan menyusuinya.

Ayahnya menambahkan, “Kalau sekarang Anda melihat sifat-sifat mulia dalam diri anak saya, itu tiada lain karena keikh;asan, kerja keras dan pengorbanan sang ibu.

Saya bertanya kepada sang Ibu , “Bagaimana Anda bisa berbuat demikian kepada anak Anda?”

Sang Ibu menjawab,”Semua yang kita miliki bersumber dari ajaran pendidikan Islam yang mulia serta perjalan Sayyidah Fathimah Az-Zahra (Salam Atasnya) putri Rasulullah, bukankan Sayyidah Fatimah sosok wanita agung itu, seringkali berkomunikasi dengan anak-anaknya pada masa mengandung dan sama sekali tidak makan serta menyusui anak-anaknya tanpa berwudhu?

Subhanallah....

Semoga kisah ini menjadi pelajaran dan i’tibar bagi kita semua. Aamiin

Baca Selengkapnya ....

Paman, Permen Itu Masih Terasa Manis di Mulutku

Posted by DIAZ Tuesday, January 14, 2014 0 comments
SEORANG lelaki tua masuk rumah sakit disebabkan umurnya yang telah senja dan badannya melemah.

Setiap hari seorang pemuda datang mengunjunginya dan duduk setia di samping beliau. Dia membantu lelaki tua itu baik memberinya makan atau mencuci pakaiannya.

Dia juga menemani lelaki tua tersebut sambil berbincang ringan di taman rumah sakit lalu membantunya kembali ke ruangan tempat lelaki tua beristirahat. Dia pula membantu beliau berbaring.

Sang pemuda pun pergi setelah beliau tenang beristirahat.

Masuklah seorang perawat untuk memberikan obat kepada lelaki tua itu sambil berkata: “Masya Allah wahai paman, begitu mengagumkan apa yang dilakukan oleh anak anda kepada anda. Amat langka di zaman ini seorang anak berbakti kepada orang tuanya.”

Lelaki tua itu memandang perawat tersebut sambil berkata di dalam hatinya: “Dia mengira bahwa pemuda tadi adalah anakku.”

Beliau pun berkata kepada perawat tersebut: “Pemuda tadi bukanlah anakku seperti yang engkau duga. Dulu, dia seorang anak yatim di lingkungan tempat kami tinggal. Kala itu, aku melihatnya menangis di samping pintu masjid setelah ayahnya meninggal. Lalu aku membelikannya permen. Tangisannya pun terhenti sejak permen kuberikan.

“Kini dia telah dewasa. Semenjak dia mengetahui keadaanku dan istriku yang sudah menua, dia mengajak istriku tinggal di rumahnya lalu membawaku ke rumah sakit ini untuk berobat.

“Saat aku bertanya kepadanya:

‘Wahai ananda, kenapa engkau membantuku seperti ini?’

Dia pun menjawab dengan penuh senyuman: ‘Wahai paman, permen itu masih terasa di mulutku hingga detik ini’.”

Baca Selengkapnya ....

Dimana Allah Meletakkan Dosa-Dosa Seorang Hamba Ketika Shalat..?

Posted by DIAZ Wednesday, December 4, 2013 0 comments
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إن العبد إذا قام يصلي أتي بذنوبه فوضعت على رأسه أو عاتقه فكلما ركع أو سجد تساقطت عنه

“Sesungguhnya jika seorang hamba sedang shalat, ia datang membawa dosa-dosanya dan Allah letakkan dosa-dosanya itu di atas kepala atau pundaknya. Maka setiap ia ruku' atau sujud dosa-dosa itu jatuh berguguran”

(HR. Ibnu Hibban dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth, Kanzul Ummal 7/287)

Wahai saudaraku yang selalu tergesa-gesa dalam ruku' dan sujud, marilah kita perbaiki ruku' dan sujud kita semaksimal yang kita mampu (tuma'ninah) agar dosa-dosa kita berguguran dan digantikan ampunan serta pahala dari Allah Sang Maha Pengampun.

****

Silahkan SHARE semoga bermanfaat

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Cikaha Fashion Store - Original design by Weeldan | Copyright of Blogging Yuuk!!.

Followers